Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris mengusulkan ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI Jambi agar mendirikan pabrik minyak sayur.
Hal itu disampaikan Gubernur Al Haris pada acara penandatanganan kesepakatan bersama pemerintah Provinsi Jambi dengan PTPN VI tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM), di kantor pusat PTPN VI, Kota Jambi, Rabu (27/07/2022).
Saat ini perkembangan lahan perkebunan sawit yang semakin luas, namun minyak sayur terjadi kelangkaan beberapa waktu lalu, seharusnya Provinsi Jambi menambah lagi perusahaan minyak sayur.
Supaya tidak bergantung pada PT Kurnia Tunggal dan Wilmar, untuk itu diharapkan PTPN VI Jambi bisa merambah pada produksi minyak sayur, tidak hanya crude palm oil (CPO) saja karena
pemerintah Provinsi Jambi saat ini sedang berupaya memenuhi kebutuhan minyak sayur yang cukup besarnya tetapi perusahaan produksi minyak sayur masih sedikit, pemerintah Jambi membutuhkan sekitar 21 perusahaan lagi yang memproduksi minyak sayur.
Kedepan PTPN seharusnya mampu membangun pabrik dengan turunan yang bisa menambah produksi minyak sayur. Kita juga menginginkan perusahan negara lebih berkembang.
Maksud dan tujuan kesepakatan bersama ini untuk berkerja sama bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Objek kesepakatan adalah penyelenggaraan pembelajaran dan kompetensi sumber daya manusia.
Ruang lingkupnya meliputi penyelenggaraan kerja sama pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia serta yang pengabdian kepada masyarakat. Saya mengapresiasi dan menyambut baik kesepakatan bersama ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Jambi, ujarnya.
Sementara Direktur Utama PTPN VI, Iswan Achir mengatakan, suatu wilayah akan lebih maju apabila memiliki kader atau masyarakat pengembangan sumber daya manusia yang cukup baik.
Saat ini PTPN VI telah melakukan upaya peningkatan SDM, seperti kerja sama dengan pihak universitas, merekrut anak-anak yang sekolah di balai latihan kerja, dimana tenaga tersebut sudah aktif bekerja di pabrik, katanya. (red)








