Jambi– Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat, salah satunya memberikan kartu Jambi sehat.
Demikian dikatakan Gubernur Jambi Al Haris didampingi Wakil Gubernur Abdullah Sani dan Kepala Dinas Kesehatan dr.Ferry Kusnadi,Sp.OG ketika membuka kegiatan pertemuan advokasi dan sosialisasi pembiayaan kesehatan dalam mendukung universal health governance (UHG) dan kemitraan penyakit prioritas serta launching kartu Jambi sehat, berlangsung di Hotel Shang Ratu, Selasa (06/09/2022).
Dengan menyerahkan secara simbolis kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Kartu Jambi sehat adalah salah satu program Dumisake ( Dua miliar satu kecamatan) yang merupakan jargon dari gubernur dan wakil gubernur Jambi.
“Kartu Jambi sehat merupakan program Jambi sehat untuk mewujudkan Jambi ‘mantap’ 2024 yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hingga Juli 2022, pemerintah Jambi telah menyerahkan sebanyak 75.586 kartu melalui BPJS kesehatan, ” ujar Al Haris.
Ini adalah salah satu upaya pemerintah Jambi untuk membantu masyarakat yang tidak mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.
Masyarakat yang mendapatkan kartu itu, masyarakat yang tidak mampu dan layak mendapatkan bantuan kesehatan.
Diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu di Provinsi Jambi. Kedepan pemerintah Jambi terus akan memberikan kartu itu kepada masyarakat yang kurang mampu.
Kartu Jambi sehat itu merupakan hasil sinergitas dengan pemerintah pusat untuk mendukung salah satu program nasional yaitu program Indonesia sehat sebagai bentuk promosi dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih berkualitas, katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr.Ferry Kusnadi,Sp.OG, menyampaikan gubernur dan wakil gubernur telah mencanangkan kartu Jambi sehat itu merupakan bagian dari program Dumisake.
Dinas kesehatan menyediakan kartu Jambi sehat sesuai dengan Juknis Dumisake, karena kegiatan ini merupakan pelaksanaan program Dumisake dari provinsi ke kabupaten kota, sehingga menjadi program prioritas. Disamping jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang telah dititipkan di rumah sakit, katanya. (red)








