JAMBI RAYA – Publik tentu masih bertanya-tanya alasan Usman Ermulan pasang badan untuk Cek Endra. Berikut pernyataan politik mantan Bupati Tanjab Barat itu, disela pengukuhan tim CE-Ratu, Kota Sungai Penuh, Sabtu (12/09) pagi.
Mengawali sambutannya, tokoh dengan inisial UE itu menyebut sempat berniat hendak turun gunung. Ia sudah menyebar baleho, bersosialisasi untuk menjadi calon gubernur.
Tapi, kata UE, seorang pejuang tak mesti menjadi pemimpin. Cukup ide dan gagasannya dijalankan. Siapa saja terserah.
Dari sejumlah kandidat yang ada, UE mengaku hanya CE-Ratu yang kelihatan serius. Dari beberapa kalo pertemuan, akhirnya klop. CE-Ratu menerima ide UE.
“Saya bilang, ayo kita jalan berjuang bersama, ”katanya.
Apa gagasan UE itu?
“Saya minta CE, antaralain tingkatkan harga karet. Gampang. Asal ada kemauan gubernur. Contoh Sumbar. Harga karet bagus. Saat ini karet dikendalikan kelompok tertentu, ”tegasnya.
Seorang gubernur mestinya bisa memanggil dinas perkebunan. Jewer mereka. Minta PTPN VI menjual karet warga.
“Ini bisa dilakukan oleh seorang gubernur. Saya yakin, Cek Endra bisa merealisasikannya,”jelasnya.
Lalu soal harga sawit. CPO harus diolah di jambi. Sehingga bisa tampung tenaga kerja lokal. Jangan CPO diekspor dari pelabuhan Dumai. Kenapa tidak kembangkan pelabuhan di Jambi.
“Bukankah ekspor Cangkang sawit bisa di tempat kita. Ini hanya tinggal mau atau tidak saja dari seorang gubernur,” ujarnya.
Lalu ihwal peretasan jalan. Cek Endra, kata UE, setuju untuk meretas jalan Kerinci-Bangko, via perentak. Jaraknya bisa menjadi singkat.
“Kita retas jalan. Dari Bangko menuju sungai penuh. Hanya satu buah jembatan. Lewat perentak. Ini bisa dieksekusi oleh seorang Gubernur. APBD ada. Bisa dibuat asal ada kemauan.Saya yakin, duet CE-Ratu bisa merealisasikannya,”katanya.
“Kita butuh figur Cek Endra untuk membangun Jambi,” imbuhnya. (Mat Sahari)








